Kesadaran ku


anak kecil
December 15, 2006, 12:56 am
Filed under: Refleksi

Tiba-tiba tangan bergerak sendiri..memijat tombol-tombol teknologi yang lahir dari peradaban.
Kadangkala gundah itu bisa diobati oleh kata-kata mutiara, selaksa doa atau sajak.
Namun kali ini lain. saya lebih memilih memandingi foto anak-anak. Anda tau kenapa rekaman segala sesuatu tentang anak-anak atau masa kecil terkadang bisa membangkitkan senyuman kita yang purba.
Tertawanya membuat kita tertawa, senyumnya membuat kita tertawa, bahkan tangisnya membuat kita tertawa.
Boleh jadi karena kita merasa bahwa anak-anak kadang melakukan sesuatu tanpa mereka ketahui maksudnya.
Anak-anak kadangkadang menertawakan sesuatu yang tidak lucu dan menangisi yang tidak penting.
Tertawa bagi mereka tidak perlu di buat sebuah pertunjukan yang lucu. atau jok-jok saru yang seringkali muncul di box tv kita. Dan menangis bagi mereka juga tidak membutuhkan seperangkat nilai yang perlu ditimbang-timbang, kemudian dipikirkan pantaskah untuk menangis.
Begitu saja ekspresi itu muncul dan sekonyong-konyong membuat kita tersenyum…

Kelebihan mereka adalah tidak pernah takut apalagi malu mengikuti kata hati. sedangkan kekurangan manusia dewasa adalah terlalu takut mengikuti kata hati. Atau mungkin terlalu sombong  dengan berpikir yang besar-besar untuk menyembunyikan kekerdilan dirinya dan  keremehan pribadinya.
Bagi saya anak-anak adalah cermin yang membuat hidup menjadi senda gurau sebagaimana Quran memuatnya.
Senda gurau yang setiap guraunnya memuat takdir, perjuangan, hidup, mati dan menuntut penyelesaian.




No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>