Filed under: THOUGHT
Teknologi dan
Simbol Kemajuan.
“ Engineers have the challenges and opportunities to
create a better live in the future”
Adalah sebuah
platform bahwa teknik dan organisasi yang muncul dari rahimnya menyatakan
memiliki kemampuan untuk membuat hidup ini lebih baik. Minimal dalam
ukuran-ukuran pencapaian pendapatan dan infrastruktur yang dimiliki oleh sebuah
society. Dari perspektif di atas
dapat dikatakan bahwa barang siapa memilki teknologi maka dialah yang menjadi
yang terdepan. Sebut saja Amerika dengan intel
dan microsoft-nya, Finlandia dengan
nokia nya, german dengan otomotif dan biotech-nya, bahkan Negara miskin seperti
china dan India kini menanjak dengan prestasi technologinya.
Technologi saat
ini tidak hanya sebuah penemuan atau perangkat kebutuhan hidup manusia yang
“mati”. Melainkan technology kini telah menjadi sebuah symbol atas prestasi
sebuah bangsa. Yang berimplikasi pada kredibelitas suatu bangsa itu. Bahkan
pada sesuatu yang tidak berkaitan dengan technologi dalam pengertian khusus.
Semisal produk Amerika dianggap mesti berkualitas semisal sepatu kulit, buah,
baju bahkan hukum dan system politiknya dianggap lebih baik. Padahal relasi
antara baju, sepatu apalagi hukum jauh kaitannya dengan teknologi. Apalagi bila
kita tau bahwa, buah-buahan dari amerika itu secara kesehatan tidak baik, atau
produk spatu kulit cibaduyut tidak kalah baik dsb. Namun karena wajah
modernitas itu yang diwakili oleh tehnologi dimahkotakan kepada amerika maka
jadilah persepsi itu muncul dalam benak masyarakt dunia. Dan itu mengntungkan
bukan saja dari sisi technologi melainkan juga dari sisi ekonomi bahkan
ploitik. Boleh jadi dari analisis inilah kemudian Iran ngotot untuk melakukan pencapain nuklir sebagai symbol modernitas yang
menguntungkan itu.
Bagaimana dengan
Negara kita. Tentu jawabanyya akan terdengar sumbang. Sudahmenjadi rahasia umum
bahwa teknologi kita memble, pemerintah hanya setengah hati mendukung
keberkembangan teknologi nasonal, tidak ada paket insentif bagi pengembangan
usaha kecil yang berbasis teknologi, pemasaran yang tidak didukung, lebih
senang mengekspor buatan luar dan
sebagainya adalah faktor yang menjadikan élan
cipta insinyur kita rendah-selain tentu masalah mentalitas- Dan kemudian
orang-orang paling cerdas Negara ini terpaksa dan dengan senang hati menyerah
pada Preport, Exxon, Caltex untuk menjadi perkerja disana, atau kalo beruntung
dirayu untuk menjadi warga Negara asing seperti German dan sebagainya untuk
diabdikan keahliannya pada Negara itu.
Dari kesadaran
di atas adalah penting bahwa bangsa ini tidak harus selalu menjadi subordinate
Negara lain. Diperlukan manusia-manusia tangguh dari jenis pemuda yang mau
mengorbankan waktu dan pikirannya untuk merintis kerja-kerja besar itu. Seorang
engineers yang memiliki banyak inisiatif pantang menyerah dan siap berhasil.
Dia juga memahami realitas dan mampu membumikan cita-citanya. Sehingga keahlian
rekayasanya mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas local
yang dimiliki. Seorang bijak berkata “ kalu anda ingin menyeberangi samudra maka
mulailah dengan satu kayuhan kecil”.
* tulisan ini unutuk raker Fam-pii
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>