Kesadaran ku


Pergulatanku (terinspirasi dari smsmu)
April 3, 2007, 9:22 am
Filed under: Refleksi

Banyak membaca seringkali membuat manusia suka berfikir yang
besar-besar. Bicara peradaban, politik, perubahan sosial, keliling dunia dan
sebagainya.

Dulu saya berfikir bahwa setiap muslim harus memeiliki pandangan yang seperti
diatas. Itu saya anggap sikap muslim yang modern dan kaffah. Hanya kejumudan
yang membatasi seorang muslim untuk tidak mau menjelajah dunia, merubah
masyarakat dan seterusnya. Sepertinya begitu absurd bila manusia hanya
memikirkan lingkungan RT nya, kebersihan RW nya, mendidik anak, dan menjadi
tukang batu pedagang kelontong kecil-kecilan. Dengan angkuh saya berfikir
manusia-manusia yang tidak pernah diakui sejarah "being and
nothingness" antara ada dan tiada. dikatakan ada tapi tidak eksist.

Setelah melalui proses berfikir nampaknya pandangan itu mengalami perubahan.

Ada sebuah cerita yang menarik dari rendra. Suatu ketika dia menyepi di sebuah
bukit selama 9 hari. pusing dengan tujuan hidupnya. 9 hari itu pula dia mutih
sekaligus bersemedi. Dia mencoba meminta petunjuk Tuhan agar memberikan
petunjuk terhadap jalan hidupnya. Tapi apa lacur 9 hari itu pula dia tidak
mendapatkan apa-apa.

Tiada wangsit, cahaya putih,atau apapun yang bisa dianggap sebagai manifestasi
sabda Tuhan. Dia kalut dan pergi kekuburan dan melihat sebuah cahaya merah.
"setan, demit atau apa yang penting bisa ngomong!!
kalo pun setan itu akan saya dengar apa yang dia ucapkan…..

tapi ternyata cahaya merah itu bukan setan atau banaspati. melainkan hanya
seorang yang sedang membuat arang.
Bapak itu bertanya
Nak…, kamu minggat dari rumah yah…
setelah beberapa saat diskusi bapak tadi bertanya lagi sebenarnya mau jadi apa
kamu?
pertanyaan yang mudah tapi membuat rendara muda tak bisa menjawab, malah
tertegun kalut.
Rendra balik bertanya, Lah kalo bapak mau jadi apa di dunia ini.
Kalo saya dek, menjadi pembuat arang yang baik saja sudah cukup.

jawaban sederhana tapi cukup menampar kesadaran yang angkuh. Luluh-lah wacana
tentang roustrow, monet, atau menjadi pegawai mapan. dari sinilah kemudian
rendra memilih menjadi "tukang sajak" tidak lebih, tanpa harapan
terkenal,tanpa ingin eksist secara pasar. walaupun tanpa mendapatkan restu dari
orang tuanya yang priyayi.

9 hari itu akhirnya dia turun gunung karena merasa sudah mendapatkan
jawaban.sesampainya di jalan dia berjumpa dengan banyak truk arang yang
ternyata milik juragan arang yang dia temui diatas. Juragan arang yang cukup
sukses disemarang dengan lapangan kerja yang menghidupi banyak orang.

saya berkesimpulan bahwa yang membuat manusia mengada (bukan ada) itu adalah
sikap batinnya . Bagaimana dia menemukan perbendaharaan batinnya. Tidak harus
dia pernah menghirup salju alpen atau menciumi debu sinai, atau belajar di
perpustakaan frankfurt atau bahkan mencumbui wangi hajar aswad, memenangi
politik, berbicara di depan ratusan seminarist, mengkampanyekan anti perang,
persamaan gender, menciptakan teknologi tinggi, menjadi pengusaha yang
menguasai pasar international, atau membuat buku best seller. Itu tidak harus.

Ada berasal dari ketiadaan tapi
"mengada" berasal dari ada. dalam dimensi dunia manusia pada dasarnya
sudah ada tapi karena modernitas, arus perkembangan teknologi yang cepat,
perubahan struktur budaya yang cepat, demokrasi yang gak jelas, informasi yang
serba cepat, globalisasi, pasar dsb membuat kita yang ada seperti tiada.
Tertelan sejarah yang panjang, seperti setunggal debu di padang pasir. tanpa arti, sedih,absurd dan tak menentu.maka adanya kita perlu disadari
untuk "mengada".

Pencapaian "mengada" tidak harus dilalui melalui proses-proses yang
bisa terukur secara positif seperti  apa posisi anda, berapa kali keluar
negeri, berapa buku yang anda buat, berapa sumbangan ke masyarakat. Itu tidak
harus. Walaupun baik juga bila proses "mengada" dicapai dengan
cara-cara diatas.

Karena demikianlah saya berkesimpulan pendalaman batin setiap manusia, penemuan
hakekat ke- Tuhanan bisa dicapai oleh siapapun. Bahkan oleh Pembuat arang, oleh
sunarti penjual kelapa muda, Udin penjual bakso, oleh tardin si tukang becak.
Kesetiannya dan refleksinya terhadap dunia dan pergulatannya dalam mengabda
bisa mengantarkan manusia-manusia ini kedalam penyerahan batin yang pari purna
kepada Tuhannya. Islam, aslamu salamah.Mereka menemukan Tuhan dalam cendolnya,
menemukan tuhan dalam keringat kayuhannya.

Tapi manusia yang pernah keliling dunia, mengisi ribuan seminar, merubah
masyarakat dsb, boleh jadi dia tidak mengada. Contoh  banyak profesor yang
terbius parfum demokrasi, dihibur lagu dusta tentang hak asasi, matanya
terpejamkan dengan hawa toleransi. Mengabdi pada zaman materi yang membuat
kebahagian berada diluar dirinya. semakin dikejar semakin menderita. belum lagi
status sosial, proyek, jabatan, kehormatan membuat mereka semakin buntu.

Pilihan selalu berbeda dengan cara-cara yang besar atau dengan cara-cara yang
nampak kecil syah-syah saja, tidak ada yang lebih berharga. seperti wajah
diciptakan tentu tidak bisa dikatakan lebih berharga ketimbang telapak
kaki.Dalam ekosistem hutan, Gadjah tidak bisa dikatakan lebih berharga dari semut,
api tidak lebih berharga dari abu danseterusnya…

semangat tulisan ini sederhana sebenarnya… menghargai cara hidup manusia
lain. Baik secara kasat mata menurut ukuran-ukuran modern belum tentu baik
hakekatnya, begitu pula sebaliknya.

sebuah teori yang sulit diamalkan




3 Comments so far
Leave a comment

Jadi ingat kalo bangsa ini masih belum bisa keluar dsari krisis. Kapan yah bangsa ini dipimpin oleh orang yang benar-benar bijaksana?

   Bayu 04.21.07 @ 11:18 am

Tidak ada yang tidak ada. Ada tidak berasal dari ketiadaan. Ada ada karena Ada yang tidak bersebab.

   siti 03.13.08 @ 8:38 pm

Hal yang tak pernah lupa darimu, nasihat nasihatmu tentang makna hidup, perjaunganmu di dunia bisnis dan politik cukup membuat aku kagum padamu, sampai saat ini masih terngiang akan perkataanmu tentang Engineer yang harus Jujur, Profesional dan melek secara ekonomi.
Andai 10 tahun lagi masih ada pilkada Jabar kuyakin spandukmu sudah ada dibawah bendera kuning emas.

   ali 04.11.08 @ 10:10 pm



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>