Kesadaran ku


Lupa, Dilupakan dan Terlupakan….
May 28, 2007, 12:10 am
Filed under: THOUGHT

Pergulatanku dengan Lupa…

 Remember,….
I will still be here
As long as you hold me….
In yours memory…

 

Ketika kita tidur kita tak kuasa menahan kesadaran untuk
memngingat waktu-waktu yang kita lalui di hari itu. Ketika kita merayakan tahun
baru, dasawarsa umur kita, seabad perjalanan bangsa, kita tak mampu untuk
mengingat setiap jengkal waktu yang kita lalui. Lalu kita membutuhkan media
untuk mengingatnya. Kita membutuhkan
perayaan untuk merangkai romantisme lama yang boleh jadi telah porak poranda. Lalu
kemudian lukisan-lukisan muncul, sajak-sajak di buat, liturghi-lithurgi di
ukir, monument-monument di bangun, musium-musium diletakkan di pusat kota,
foto-foto di pampang, film dibuat dan perayaan di biyayai untuk sebuah ingatan
yang selalu kalah oleh waktu….

Remember,….
Time can be transcended,
Just remember me……
 

Semua manusia, mahluk hidup dalam wilayah dialektika materi
akan berusaha mempertahankan dirinya dari lupa, dilupakan atau terlupakan. Lupa
memaksa manusia yang gundah membuat dirinya ada. Lalu kemudian munculah jenis
manusia yang melawan kehendak dewa. Menghancurkan kuil apollo disemenanjung
yunani, meperbudak ribuan manusia untuk membangun makamnya yang menjulang
hingga singga sana Aramon, menguasai daratan dari macedonia hingga india,
berlayar mengelilingi sepertiga dunia untuk The New Land, melibatkan puluhan
bangsa untuk berperang demi ras baru, bahkan menjadikan terbang ke bulan
memiliki makna harfiah. Semuanya diingat atau semuanya dilupakan. 100 orang
besar diingat atau 1000….? yang kita mampu ingat dalam insklopedia hidup kita,
atau dalam rak perpustakaan ingatan bangsa kita. Sementara jutaan, bahkan
miliaran telah terkapar berlalu begitu saja dikalahkan oleh lupa…

 I am the one star that keeps burning, so brightly,
It is the last light, to fade into the rising sun….

 Setiap sinar yang
kita munculkan adalah cahaya penghabisan yang tidak bisa kita ulang dilain
masa. Waktu terus bergerak maju. Apakah cahaya kita akan bertahan sebagaimana
matahari yang menemani sejarah umat manusia. Atau bahkan bulan yang menemani
malam-malam panjang yang kesepian. Dalam hidup yang sekali bisa jadi kita mati
berkali-kali secara eksistensialis. Memang kadang kala menyakitkan melihat
bangunan-bangunan impian kita runtuh oleh masa. Tetapi lupa melahirkan kita untuk
yang kesekian kali untuk kembali bangkit sembari menunggu kita di penghujung
penghidupan untuk dilupakan selama-lamanya. Dan Milan Kundera, Checoslovakia,
menulis ”musuh terbesar umat manusia adalah dalam melawan lupa………..”

I am that one voice, in the cold wind,
That whispers…….
As long as,
I still can reach out, and touch you,
Then I will never die………………