Filed under: SAJAK
Angin 12 knot
Gelomobang mendung menyergap lampu-lampu kota
Pohon terhuyung-huyung
Dan dengan tak rela melepaskan dedaunan dari lengannya
Trotoar hampir saja di tenggelamkan
Genangan air hujan kebingungan mencari resapannya
Aah.. ada apa gerangan…..
Kenapa kau pancaroba begitu terlihat sebel
Aku memang salah tapi sedikit
Merekalah yang salah dan industrialis itu juga
Tapi kau tak mau tau
Mendung tidak lagi memberikan harapan pada tani
Datang sesukanya membuat pupuk dan urea percuma
Membuat padi tidak lagi kuning bunting berisi
Rendemen yang selalu tidak setara dengan karsa
Dan Modal menjadi selalu lebih besar dari laba.
kami selalu rindu semilir angin tapi kau datang dengan badai
kami gembira dengan mentari tapi kau datang dengan terik
Saudaraku di lereng kekeringan kesulitan air
Aku di dataran landai ditenggelamkan air
Kata ahli anu, ini pemanasan global
Aku hanya sedikit paham
Mungkin saja aku salah, tapi sedikit
Asap motor butut plus kepulan rokokku kalo mungkin disalahkan
Tapi itu sedikit…
Tapi Pancaroba kenapa kau begitu marah??
Harusnya kau marah pada orang yang tepat
Bush, Deng atau yang tidak setuju protokol ini itu
Atau paling tidak para konglomerat yang mendorong industrialisasi
Ah…. Tapi kau tak mau tau
Knalpot butut dan asap tembakauku… Itu jadi sebab??
Ah… Kau diam saja,… hanya marah dengan berlari 12 knot.
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>