Filed under: SAJAK
Mosaik
Serpihan mosaik-mosaik patah
Sepotong realitas dan selembar sejarah resah
Nasib-nasib yang tertambat gundah
Aku berdiri ragu di tengah-tengahnya
Apa…..
Bekerja menjadi jongos kemajuan atau berwira usaha…
Berpihak pada akumulasi kapital atau memeratakannya…
Beringsut kekolong langit dan membentuk kelurga kecil bahagia
Atau menembus cakrawala untuk melawan dewa-dewa Dorna…
Dan apa…… Aku pilih kau atau dia…
Apakah satu dan lainnya tak bisa bersinergi?
Ketika mosaik-mosaik ganjil tak mau berbagi
Apa karena bulan untuk malam dan mentari selalu untuk pagi?
Atau karena tertawa untuk suka dan sedih selalu mengiringi elegi.
Ah…biarlah mosaik-mosaik itu…
Menemukan takdirnya sendiri
Biarlah kau atau dia yang menemukanku
Dan aku akan selalu bergerak menyingkap takdir
Takdirku, takdir mozaik manusia setengah dewa.
Yogya 30 nov 2008
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>