Kesadaran ku


Negeriku
December 2, 2008, 5:34 pm
Filed under: THOUGHT

Negeriku

Apakah aku ini diriku

Dan Kalau aku bukan diriku

karena diriku sudah digantikan oleh diri ragamu produksi masal

yang mana darinya masih terdapat nilai-nilai yang masih mungkin tertinggal

Bangsaku juga bukan bangsaku

Wanitaku hanya bahan dasar alat

Sebagaimana batu bara yang ditambang di desa koindustri globalisasi

Di jadikan plastik dan robot barang dagangan

Pemerintahku hanya anjing herder

bukannya dikendalikan oleh para steck holder

Merahkah ini hijaukah itu

Apakah ini baik apakah itu buruk

Ditentukan tidak berdasarkan nurani dan akal ini

Karena tidak ada paket kontrol untuk itu

Mana yang disebut maju mana yang disebut mundur

Apa yang mulia apa yang hina

Siapa nabi siapa teroris bukan hakmu untuk menentukan

Bumi kecil seukuran bola golf

Diambil dibuang Diambil dipukul atau di keranjang sampahkan

Dan bangsaku terdaftar sebagai pelacur unggul

Tergolek direnjang disetubuhi kapan saja

Steckh holder 2 menghendakinya

Sekujur badan disemprot parfum demokrasi

Kita dihibur dengan lagu dusta tentang hak asasi

Mata kita dipejamkan dengan hawa toleransi

Mulut dingangakan ikut menelan termo globalisasi

Tapi bangsaku tidak kehilangan dirinya

Kerena bangsaku yang ini sejak lahir memang juga bukan dirinya

Cobalah engkau berkaca

Apakah wajah yang kau temukan di kaca itu benar wajah manusia

Sebab di sekeliling kita yang ku kira ibu ku

Adalah tanda2 kehewanan indikator kebinatangan

Politik keserakahan

Politisasi pelampiyasan

Ekonomi keborosan

Globaliasasi keruntuhan nilai2 bahagia

Dan kalau kau bertanya tentang aku

Maka dengarlah…..!!

Pertanyaanmu itu akan aku jawab dengan sebuah kebanggaan

Aku adalah syetan

Aku adalah syetan

Yang riwayatku ditulis sendiri oleh Tuhan dalam kitab suci

Dusta dosaku Sebagai setan adalah ikrar suci

Bahwa sesunguhnya aku takut kepada Tuhan

Apakah manusia takut kepada Tuhan ?

Apakah bagi manusia Tuhan cukup penting ?

Tuhan tergeletak di belakang kulit diaspora

Cobalah engkau lihat tetangga –tetanggamu pemimpin2mu

Bagi mereka Tuhan tidak ada tidak apa-apa

Asalkan mereka terus menerus mendapatkan jabatan

Tuhan bukan subyek yang diturutsertakan dalam pengambila keputusan




No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>